CAHAYA
IBU
ketika aku mulai melangkah
menggapai tujuan perjalanan
masuki perubahan
seorang tua
menitip pesan kepergianku
anakku,.!
jika kakimu sudah masuk dalam lumpur
yang pancing cacian mereka
Maka tancapkanlah lebih dalam nak..
janganlah ragu dengan rumput kecil
pemberi sayatan pada dirimu
ketika sayatan muntahkan darah
hasilkan perih mendalam
lupakanlah kata Menyerah
untuk perjalanmu
Bergegaslah melangkah nak
yakin darah akan melapangkanmu
saat darah mengaliri lumpur itu
Ayunkan kaki mu
saat langkah
selesai
ibu berdiri menuggu tangis haru
kabarkan penyelesaian perjalan
meski kamboja penanda rumah ibu.
Padang panjang,
desember 2015
Desriyanto